Shanghai adalah wajah China yang menatap ke depan. Satu abad arsitektur kolonial berhadapan dengan cakrawala dari masa depan di seberang tikungan sungai, dan di antaranya terhampar jalan-jalan berbaris pohon platan, kedai pangsit, serta sejumlah bar terbaik di Asia. Tiga hari sudah cukup untuk merasakan semuanya — tepian sungai, kawasan konsesi, dan kota tua. Inilah rencananya.
Dalam panduan ini
Hari 1 — The Bund & Pudong
- The Bund — mulailah dari promenade tepi sungai, sederet istana perbankan tahun 1920-an sepanjang satu setengah kilometer yang menghadap sungai.
- Menyeberang dengan feri — naiklah feri umum yang murah alih-alih metro; inilah lima menit terbaik di atas air.
- Cakrawala Pudong — naiklah ke Shanghai Tower (tertinggi di China) atau Jin Mao untuk memandang kota dari ketinggian.
- The Bund di malam hari — kembalilah setelah gelap, saat seluruh cakrawala menyala. Makan malam di teras rooftop bila cuaca bersahabat.
Hari 2 — Bekas Konsesi Prancis
- Jalan-jalan berbaris pohon platan — Jalan Wukang dan sekitarnya: vila-vila era 1920-an, butik, kopi, tanpa perlu terburu-buru.
- Tianzifang atau Xintiandi — rumah-rumah gang shikumen yang dipugar, kini menjelma galeri, toko, dan restoran.
- Kuil Jing'an — kuil beratap emas yang berdiri kontras di antara gedung-gedung pencakar langit.
- Malam hari — kawasan konsesi adalah lingkungan terbaik kota ini untuk santap malam dan minum; tetaplah di sekitar sini.
Hari ini adalah hari berjalan kaki. Konsesi Prancis lebih memberi ganjaran bagi yang menyusurinya tanpa tujuan ketimbang yang mengejar daftar objek wisata — dan setengah hari semacam inilah yang bisa diubah oleh pemandu lokal yang baik menjadi momen paling berkesan dalam perjalanan Anda. Rancang perjalanan saya →
Hari 3 — Kota Tua & sebuah kota air
- Taman Yu — taman klasik era Ming dengan susunan batu, kolam, dan paviliun di jantung Kota Tua.
- Pasar Kota Tua — ramai, turistik, dan menyenangkan; datanglah pagi-pagi dan cicipi pangsit kuahnya.
- Zhujiajiao — kota kanal dengan jembatan-jembatan batu dan perahu, sekitar satu jam dari kota; pelarian termudah dari hiruk-pikuk.
- Atau lebih jauh lagi — Suzhou (25 menit dengan kereta cepat) untuk taman-taman klasiknya yang termasyhur, atau Hangzhou (~1 jam) untuk Danau Barat.
Sekilas pandang
| Hari | Pagi | Sore / malam |
|---|---|---|
| Hari 1 | The Bund → menyeberang sungai dengan feri | Shanghai Tower → The Bund di malam hari |
| Hari 2 | Gang-gang Konsesi Prancis → Jalan Wukang | Tianzifang / Xintiandi → makan malam & minum |
| Hari 3 | Taman Yu → Kota Tua & pangsit | Kota air Zhujiajiao (atau Suzhou) |
Berkeliling & hal yang perlu diketahui
- Metro — yang terbaik di China: cepat, murah, berpapan petunjuk berbahasa Inggris, menjangkau kedua bandara. Bayar lewat ponsel.
- Maglev — kereta bandara berkecepatan 430 km/jam dari Pudong ini layak dicoba sekali demi pengalamannya sendiri.
- Susuri pusat kota dengan berjalan kaki — The Bund dan kawasan konsesi cukup ringkas untuk dijelajahi dengan kaki; justru di situlah nikmatnya.
- Cicipi kuliner setempat — xiaolongbao (pangsit kuah), shengjianbao (bakpao goreng), dan masakan Jiangnan adalah ciri khas kota ini. Simak panduan kuliner kami.
- Padukan dengan Beijing — berjarak 4,5 jam dengan kereta cepat; keduanya bersama-sama membentuk perjalanan pertama ke China yang klasik.
Ingin perjalanan ini disiapkan untuk Anda? Kami akan memesan tiket menaranya dan meja restorannya, memadukan Shanghai dengan Beijing atau kota-kota air, dan menghadirkan pemandu yang tahu persis gang mana yang layak dibelokkan. Rancang perjalanan Shanghai saya →